Thursday, August 4, 2011

[Mcm2Ada] Istri PM Najib dan Cincin 24 Juta Dollar

KOMPAS.com


Egidius Patnistik | Kamis, 4 Agustus 2011 | 08:18 WIB
Dibaca: 19864
|
:


Datin Sri Rosmah Mansor, istri Perdana Menteri Malaysia Mohamad Najib bin Tun Haji Abdul Razak dituduh punya cincin berlian senilai 24 juta dollar AS.

TERKAIT:

DALAM sepekan terakhir terjadi saling serang dan pembelaan antara media kubu oposisi dan media pro-pemerintah terkait kepemilikan cincin berlian senilai 24 juta dollar AS (setara Rp 203 miliar) dengan Datin Sri Rosmah Mansor, istri Perdana Menteri Malaysia Mohamad Najib bin Tun Haji Abdul Razak.

Jumat (29/7), Datin Sri Rosmah Mansor muncul dan mengungkapkan bantahan di harian berbahasa Inggris, The Star, yang menyatakan tuduhan itu adalah fitnah dan tidak berdasar. Sejumlah foto pemberitahuan bea cukai (Kastam Malaysia) atas impor cincin berlian senilai lebih dari 24 juta dollar AS dari pialang berlian kelas dunia, Jacob and Co, di New York, AS, dan nama pengekspor atas nama Datin Sri Rosmah Mansor beredar luas di internet. Bantahan Datin Rosmah menghiasi halaman favorit di situs Thestaronline.com. Rosmah menduga ada pihak yang memanfaatkan namanya dikaitkan dengan cincin berlian yang harganya selangit itu.

Perusahaan Jacob and Co yang namanya dikaitkan dengan berlian ratusan miliar rupiah itu pun dikenal kontroversial. Penulis di situs Themalaysianinsider.com, Yow Hong Chieh, mencatat, Jacob Arabo, seorang Yahudi asal Uzbekistan, pemilik Jacob and Co, berulang kali ditangkap aparat karena diduga terlibat pencucian uang hasil kejahatan.

Kontroversi Datin Rosmah

Kehidupan Datin Sri Rosmah Mansor memang penuh kontroversi. Perusahaan Rosmah, Perimekar Sendirian Berhad (Sdn Bhd), diketahui Parlemen Malaysia menerima uang jasa 100 juta euro (sekitar Rp 1,2 triliun) atas pembelian kapal selam Scorpene buatan Perancis.

Pertengahan Juli, pengacara Perancis, William Bourdon, yang mewakili sejumlah aktivis pro-Demokrasi Malaysia, menggugat Perimekar Sdn Bhd atas dugaan suap dan korupsi dalam kasus kapal selam Scorpene. Ia ditahan imigrasi Malaysia, lalu dideportasi. Tindakan itu memicu protes dari penggiat hak asasi manusia di Malaysia, seperti lembaga Suara Rakyat Malaysia (Suaram).

Kasus pembelian kapal selam Perancis, pesawat tempur jet Rusia, dan persenjataan lain diduga mengakibatkan pembunuhan model asal Mongolia, Altantuya Shaarribuu, bulan April 2006. Altantuya, putri seorang profesor di Ulan Bator, diketahui memiliki hubungan khusus dengan Abdul Razak Baginda, penasihat pribadi PM Najib Razak.

Altantuya yang fasih berbahasa Rusia dan sejumlah bahasa asing, menurut pihak oposisi, mengerti betul seluk-beluk pembelian senjata yang digunakan Angkatan Tentera Diraja Malaysia itu. Karena menuntut terlalu banyak, akhirnya ia ditembak mati, lalu tubuhnya diledakkan. Situs berita Singapura, Channelnewsasia.com, pada 9 April 2009 melaporkan, dua polisi, Azilah Hadri dan Sirul Azhar Umar, dijatuhi hukuman mati karena menjadi eksekutor Altantuya. Namun, auktor intelektualis dan dugaan korupsi pembelian senjata tidak pernah disidangkan hingga pihak oposisi Malaysia mengajukan gugatan di Pengadilan Paris, Perancis.

Kontroversi lain yang melingkupi Datin Rosmah adalah hubungannya dengan calon besan bernama Maira Nazarbayev asal Kazakhstan. Maira Nazarbayev yang memiliki gaya hidup ala Imelda Marcos konon memiliki kaitan dengan Organisatziya atau mafia Rusia. Maira Nazarbayev kerap bepergian bersama Datin Rosmah.

Mungkinkah kasus cincin berlian 24 juta dollar AS ini nanti menjadi pintu perubahan dan demokratisasi Malaysia? Hanya rakyat Malaysia sendiri yang menentukan. (Iwan Santosa)

Sumber :
Kompas Cetak

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "kl-bogel" group.
To post to this group, send email to kl-bogel@googlegroups.com
To subscribe or unsubscribe at http://groups.google.com.my/group/kl-bogel/subscribe
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/kl-bogel?hl=en
Sebarang email pertanyaan, hantar kepada abangmod@gmail.com

No comments:

Post a Comment