Sunday, August 21, 2011

[Mcm2Ada] Anna Hazare, protes anti-rasuah dan media pro-rasuah

sumber : utusan










ok kisahnya mudah. aktivis anna hazare ni melancarkan mogok lapar bagi mendesak kerajaan India membersihkan apa yang patut dalam sistem kerajaan depa. kira ok la tu tuntutan dia. bukan apa, gejala rasuah di india ni sejak gua sekolah rendah lagi dah biasa tengok petang petang dekat tv2. memang power punya rasuah. sampai tahap hero kampung tak boleh tahan, mengamuk belasah semua orang jahat termasuk polis polis korup baru la setel segala masalah.

lepas baca berita utusan kat atas tu, gua pergi google layan gambor gambor protes masa dia ditahan. disebabkan tak berapa nak percaya dengan utusan, gua pergi baca sendiri apa berita India online tulis pasal isu ni. dan seperti dijangka, taktik media dia lebih kurang je dengan malaysia ni rupanya. tak percaya tengok sendiri gambar highlight merah dekat bawah ni.

sumber : times of india


"We are emerging as one of the important players on the world stage. There are many forces that would not like to see India realize its true place in the comity of nations. We must not play into their hands." - kata PM India sambil menuduh protes tersebut didalangi Amerika.
gua ingat najib je kelakar, rupanya manmohan singh ni pun boleh tahan badut juga. dah sah sah orang tua tu protes sebab nak hapuskan rasuah yang makin teruk dalam kerajaan India, apa ke jadahnya Times of India cerita protes didalangi amerika pulak ni? ni belajar dari siapa ni? belajar dari hishamudin hussein masa bersih 2.0 ke ni? gua harap lepas ni polis India takde la jumpa parang, bom molotov dan t-shirt bertulis 'I am Anna' di semak berhampiran lokasi protes pulak. kah kah kah! kah kah kah! kah kah kah! oh ya lagi satu harapan gua supaya penduduk India takde la beramai ramai masuk kristian pulak lepas ni. kah kah kah! kah kah kah! kah kah kah!

notasemut :  budaya media putar belit ni sebenarnya berleluasa sejak zaman chedet lagi. ala, pendatang kerala tu..


Anna Hazare, Tiru Cara Mahatma Gandhi Lawan Korupsi di India

Anna Hazare, Tiru Cara Mahatma Gandhi Lawan Korupsi di India
Anna Hazare (Wikipedia)


Kisan Baburao Hazare atau yang lebih dikenal dengan Anna Hazare, akhir-akhir ini menggoncangkan bumi India. Hazare, aktivis antikorupsi ini bertekad untuk mogok makan sampai mati sampai pemerintah dan parlemen India membuat UU Antikorupsi yang keras.

Hazare memulai puasanya pada 5 April 2011 lalu di Jantar Mantar, Delhi, India. Tujuannya, menekan pemerintah dan parlemen membentuk komite bersama dengan warga sipil untuk membuat draf undang-undang Antikorupsi yang kuat dan independen melalui Jan Lokpal Bill atau RUU Ombudsman Warga. Usulan ini ditolak Perdana Menteri India Manmohan Singh, yang membuat Hazare memulai gerakan Satyagraha ala Mohandas Karamchand Gandhi alias Mahatma Gandhi.

"Saya puasa sampai RUU Jan Lokpal diloloskan," jelas Hazare.

Aksi Hazare ini menuai dukungan dari ribuan warga India. Bahkan 150 orang bergabung mengikuti aksi Hazare, termasuk para aktivis sosial yang berpengaruh di India. Hazare bahkan dengan tegas menolak para politisi yang ingin mendukungnya dalam aksi ini. Dua politisi India yang mendatangi lokasi tempat Hazare mogok makan bahkan diusir oleh pendukung Hazare.

Dukungan juga mengalir dari anak-anak muda India melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter. Bahkan aksi mendukung Hazare ini menyebar ke Bangalore, Mumbai, Chennai, Ahmedabad dan beberapa kota besar di India.

Pada 8 April 2011, Pemerintah India mengabulkan pegerakan ini, dan membentuk komite gabungan untuk merumuskan draf RUU Ombudsman Warga. Komite gabungan pembentukan draf RUU itu terdiri dari 5 menteri pemerintahan dan 5 aktivis sosial, termasuk Hazare di dalamnya.

Pada 9 April 2011, Hazare berhenti mogok makan dengan minum jus lemon dan membagi-bagikan jus lemon pada para pendukungnya dan memberikan tenggat waktu bahwa RUU Jan Lokpal ini bisa lolos dalam proses legislasi parlemen pada 15 Agustus 2011. Bila tidak lolos, Hazare akan mengimbau warga India melakukan perlawanan kembali.

Dalam perumusan RUU Ombudsman Warga ini, terpecah dua pendapat. Para menteri wakil pemerintah menolak memasukkan Perdana Menteri, hakim di lembaga pengadilan dan anggota parlemen dalam RUU ini. Sementara para aktivis dan warga sipil menghendaki para petinggi negara termasuk PM, hakim lembaga peradilan dan anggota parlemen tidak dikecualikan dalam RUU ini. Kalau tidak dimasukkan, akan bertentangan dengan United Nations Convention Against Corruption (UNCAC).

Hazare dan kubu aktivis sosial perumus RUU Ombudsman Warga melakukan boikot. Hingga, akhirnya Pemerintah menyetujui draf RUU Ombudsman Warga itu, yang intinya warga bisa turut melaporkan atau mengawasi kasus korupsi yang terjadi. Sayangnya, Perdana Menteri, pejabat peradilan dan PNS dikecualikan dalam RUU itu.

Hazare berang dan memaki bahwa keputusan itu cuma lelucon kejam. Dia kemudian menulis surat pada PM India Manmohan Singh bahwa dia akan melanjutkan aksi mogok makan pada 16 Agustus 2011, bila pemerintah memaksakan draf RUU itu di Parlemen tanpa mendengarkan masukan warga sipil.

"Bagaimana bisa melawan korupsi dengan mengecualikan pegawai negeri, hakim peradilan dan perdana menteri dalam RUU itu? Jika RUU ini benar-benar serius memberantas korupsi, kenapa pegawai negeri dan hakim peradilan tidak dimasukkan?" kata Hazare.

Dalam 24 jam setelah pemerintah menyatakan persetujuannya pada draf RUU Ombudsman Warga yang lemah itu, lebih dari 10 ribu warga di seluruh India mengirimkan fax pada pemerintah agar memperkuat draf RUU itu. Lebih dari 30 ribu sopir taksi mogok dan memarkir taksinya di jalanan India mendukung aksi mogok makan Hazare.

Aksi massa ini membuat Kepolisian India menahan Hazare dan dipenjarakan di Tihar. Aksi ini memicu demonstrasi besar-besaran, sekitar 3 ribu orang berdemo untuk membebaskan Hazare di luar tahanan. Hingga akhirnya pada hari Jumat (19/8/2011) ini, Hazare dibebaskan dan diizinkan melanjutkan aksi mogok makannya hingga 15 hari.

"Semua saudara laki-laki dan perempuan, tua dan muda, memberikan energi baru bagi saya," ujar Hazare yang mengatakan dirinya tidak lelah sama sekali.

Hazare yang lahir di Bingar, Mumbai, 15 Juni 1937 ini merupakan pensiunan Angkatan Darat. Selepas pensiun sukarela dari AD, Hazare pulang kampung di Rallegan Siddhi, desa di distrik Ahmednagar di Maharashtra. Dia membuat gerakan sosial, seperti memberikan edukasi anak-anak muda agar menghindari alkohol dan mendorong mereka berorganisasi, membuat gerakan nikah massal agar tak membebani keuangan warga yang secara sosial mendukung pernikahan mewah yang membuat warga miskin terjebak utang.

Hazare juga membuat Bank Pertanian, di mana petani kaya memberikan satu kuintal ke bank itu untuk dipinjamkan ke petani miskin yang gagal panen. Hingga pada 1991, pemerintahan India yang korup mendorong Hazare membuat lembaga Bhrashtachar Virodhi Jan Aandolan (BVJA) atau Gerakan Rakyat Melawan Korupsi. Hazare yang pengikut Gandhi ini memakai cara-cara Gandhi yang tanpa kekerasan dalam melawan korupsi.

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "kl-bogel" group.
To post to this group, send email to kl-bogel@googlegroups.com
To subscribe or unsubscribe at http://groups.google.com.my/group/kl-bogel/subscribe
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/kl-bogel?hl=en
Sebarang email pertanyaan, hantar kepada abangmod@gmail.com

No comments:

Post a Comment