Wednesday, May 11, 2011

[kl-bogel] Si Tini

Kisah ku berlaku 3 tahun lalu masa tu aku baru berkahwin, oleh kerana isteriku juga bekerja maka aku mengambil seorang pembantu rumah indonesia. Pembantuku berumur 17+ dan berkulit putih dan bersih. Kejadian tu berlaku selepas dia bekerja denganku kira2 6 bulan. Aku tertinggal beg ku dirumah, pembantuku Ngatini namanya tapi panggilannya Tini yg membukakan pintu. Karena aku mencari beg didalam bilikku agak lama lalu pintu ditutup oleh Tini dan dia terus mandi.

Tiba tiba terlintas niatku untuk menggoda pembantuku lalu aku duduk di meja makan didapor rumahku. Pintu bilik mandi kemudian terbuka dan Tini keluar dr bilik mandi hanya dgn berkemban sahaja. Mungkin dianggap aku sudah pergi semula ke pejabat jadi dia berani begitu fikirku. Diam2 aku terus memerhatikan, Tini memasukkan pakaian kotornya kebakul cucian dan kemudian balik masuk kebiliknya. Tanpa ditutup pintu biliknya Tini kelihatan mengambil pakaian dr almarinya. Lalu Tini melepas tualanya dan mengeringkan tubuhnya, terlihat aku badannya yg langsing dan putih bersih dgn buah dadanya yg kecil dgn puting warna merah jambu serta kemaluannya yg mengghairahkan ku. Kemudian Tini memakai coli dan seluar dalam mini juga lalu memakai tshirt dan kain batik. Melihat tubuh yg kecil, bersih dan indah itu nafsuku bergairah.

Setelah Tini selesai berpakaian dan membedaki mukanya,aku panggil dia. "Tin" "Iya pak". "tolong picit sebentar leher dan kepalaku" sambil aku duduk dikerusi makan. Kemudian Tini memicit leherku , walaupun kecil tubuhnya tapi picitannya cukup mantap. Habis pijit leher aku minta dia picit dahiku. Tini mulai memicitnya, tapi kerana kepalaku bergoyang2 lalu kepalaku tiba2 ditarinya kebelakang dan disandarkan kedadanya. Aku jadi makin terangsang walaupun buah dadanya kecil aku masih dapat merasakan keempukan buah dadaya. Kontolku mulai bangun sedikit2, aku jadi berani lalu tanganku kuturunkan dan menyentuh kakinya. Tini diam saja tak melawan, lalu kuberanikan utk meraba pahanya, ternyata Tini tetap diam saja terus memicit dahiku. Rabaanku kuteruskan dgn 2 tangan dipaha kiri dan kanan sambil ku picit pahanya dan tangan kananku terus meraba keatas sampai kekemaluannya yg tertutup seluar dlm.

Tini masih diam, lalu jariku cuba menyusupkan kedlm seluar dalamnya utk mencari lubang kemaluannya, saat itu Tini mulai mendesis dan menggoyangkan ponggongnya "Sssseeeettt.....aduh pak geli kena itilku". Tetapi karena Tini tidak lari dan tetap memicitku terus maka tangan itu tak berhenti dan terus berjalan sampai akhirnya tangannya Tini lepas tak memicit lagi dan memegang lenganku erat2 dan berbisik "Pak..pak...Tini nggak tahan minta yaak pak?". "Minta apa Tin?"tanyaku. Tini tak menjawab hanya memberi kod dgn tangannya yg digenggam dgn ibu jarinya disepit antara jari tengah dan telunjuk, yg berarti minta disetubuhi. Aku bertanya padanya "kau betul2 ni?"

Dia terus menceritakan bahawa dia sering mengintai aku semasa aku main dengan isteriku. "Darimana kamu mengintai" tanyaku. "Ngintip dari celah pintu kamar bapak" katanya. "Apa tiap malam kau mengintai" tanyaku. "Tidak pak, cuma Tini tahu kebiasaan ibu sebab tiap kali ibu memakai pakaian tidur yg tipis baru Tini intai". terangnya:"Tini nafsu sekali kalau lihat ibu dgn telanjang lalu mengisap kontolnya bapak dan saat bapak meniduri ibu sampai ibu keluar lendirnyaa. "Kalau gitu kamu lihat semua cara2 aku dan isteriku main? tanyaku.
"Iya pak, kalau didesa pacar Tini kalau main ya cuma biasa spt orang desa itu. Tidak spt ibu kadang duduk diatas, kadang bolak balik ibu mengisap kontolnya bapak dan bapak mengisap kemaluannya ibu".

"Tini bila kamu datang bulan? " tanyaku." "Sudah lama pak, ini mungkin seminggu lagi dpt haid" sahutnya.Aku terus membuka seluar dan seluar dalamku dan aku minta Tini mengisap kontolku. Aku suruh Tini telanjang lalu buah dadanya kuremas sambil mengusap kemaluannya Tini memegang kontolku dan menciuminya sambil berkata "Kalau kontol orang desa itu kecil2 pak tidak ada yg gede spt punya bapak ini. Kalau gede kan bisa marem rasanya".

Aku minta Tini main 69 atau bolak balik menurut istilahnya dia. Tini yg diatas sambil ngisap kontolku dan aku dibawah mempermainkan kemaluannya dgn mulut dan lidahku. Kelentitnya kujilati sambil lubangnya kemaluan kumasukkan jariku dan kugelitik bagian dlmnya. "Aduuuuuuh ........pak. Kemaluanku geli sekali rasanya... aduuuuh Tini mau keluar lendirnya pak. Pak... pak... air santannya Tini sudah keluar semua". Aku terus menjilat kemaluannya namun aku masih belum keluar lalu kupacakkan kontolku ke lubangnya. Bila kumasukkan seluruh batang kontolku, Tini merintih "Seeeeessst....aduh enaknya, pak kontolnya bapak rasanya enak sekali beda jauh dgn punya pacar saya". Rintihan itu makin membuat aku garang dan terus ku henjut kontolku kelubang kemaluannya sampai Tini betul2 tak tahan nikmatnya dgn menggelinjang.

Kira2 10 menit berlalu baru aku mencapai klimaks dan kemaluannya kutembak dgn maniku dan Tini berbisik "Aduuuh hangatnya kontolnya bapak dan air maninya". Selesai main aku menyuruh Tini menbasuh kontolku dibilik mandi. Sambil mencuci Tini berkata "Waaaah, bapak mainnya hebat sih, pantasan ibu sering minta terus. Tini juga nanti minta lagi ya". Aku mengangguk mengiyakan nya kerana siapa lah yang tak nak main free.

 

No comments:

Post a Comment